Pengendara motor adalah raja

Sumber: kompas.com

Coba kalian pikir, hak pengguna jalan apa yang tidak diserobot oleh pengendara motor? Naik ke trotoar ✔︎, berhenti di zebra cross ✔︎, masuk ke jalur cepat ✔︎, melawan arus ✔︎,  berhenti di bawah flyover pas hujan hingga nutupin jalan ✔︎, sampai naik ke jembatan penyebarangan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki! Semua hal tersebut lumrah dilakukan oleh “beberapa” pengendara motor.

Saya gak ngerti jalan pikiran orang-orang macam ini. Sebenarnya apa sih motif mereka? Alasan “terburu-buru” sering menjadi pembenaran terhadap perilaku yang melanggar lalu-lintas tersebut. Walaupun menurut saya, alasan tersebut cukup klise. Ya kalau gak mau terburu-buru kenapa gak berangkat lebih awal? Alasan lain yang sering terlontar adalah karena macet. Ini sering banget kejadian di Jogja (dan mungkin di kota-kota besar lainnya), terutama di jalanan yang ramai macam Jl. Gejayan. Tiap sore, puluhan bahkan ratusan kendaraan bermotor seenaknya naik trotoar demi mendahului kendaraan di depannya. Lha mbok sabar, kalo gak sabar ya mabur!

Kejadian terakhir yang bikin heboh adalah video pengendara motor yang marah-marah kepada pejalan kaki (bisa dibaca di sini ). Kan ya lucu, trotoar itu hak nya pejalan kaki, bukan pengendara motor, kecuali bawa motornya digendong.

Perilaku semena-mena pengendara motor di jalanan ini menurut saya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan berlalu-lintas, rendahnya toleransi dan ego yang tinggi. Banyak banget orang naik kendaraan di jalanan cuma modal rem & gas tanpa memperhatikan lalu lintas dan hak-hak pengguna jalan yang lain.

Sudah saatnya pendidikan lalu lintas masuk ke kurikulum sekolah agar anak-anak bisa mengenal peraturan berlalu-lintas sejak dini, termasuk hak-hak pengguna jalan yang lain. Ya minimal masuk ke materi tambahan di sekolah. Biar kalo udah gede gak ngeselin di jalanan, kayak orang-orang yang suka ngawur itu, menganggap jalanan adalah punya dia sendiri. Semoga nantinya kita bisa saling menghargai dan jalanan menjadi tempat yang nyaman untuk dilewati.

Bank holiday enaknya buat santay

chill

Sekarang sudah jam 12:32 siang dan saya masih sembunyi dalam duvet sambil nonton Game of Thrones (gambarnya gak nyambung, itu foto musim panas tahun lalu). Gak biasanya saya bisa segini santainya di hari Senin. Tetapi karena hari ini adalah bank holiday (hari libur), jadinya saya bisa gegoleran dengan santai di rumah dan gak perlu ke kampus.

Continue…

Pergi untuk Kembali

SAM_3368

Halo!

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat seperti pesawat yang melesat #halah. Saya baru sadar, terakhir kali menuliskan uneg-uneg di blog ini adalah bulan Januari tahun 2015, itu artinya lebih dari setahun yang lalu. Selama setahun ke belakang banyak kejadian penting yang saya alami. Saya ingat setelah menuliskan postingan di blog ini saya langsung disibukkan dengan perkuliahan termasuk tugas yang bejibun di term kedua. Pada kesempatan ini saya ingin flashback tentang apa yang saya alami selama setahun belakangan ini.

Continue…

Membangun kembali kebiasaan lama: membaca

IMG_3400

Salah satu resolusi saya di tahun 2015 ini cukup sederhana, tapi susah untuk dilakukan. Resolusi tersebut adalah membaca. Sewaktu kecil dulu, saya memiliki kebiasaan membaca. Salah satu bacaan favorit saya waktu itu adalah majalah Bobo. Kata bapak saya dulu, membaca itu bagus untuk masa depan. Saya yang waktu itu masih blah bloh hanya bisa mengiyakan. Awalnya saya hanya antusias menunggu bonus dari majalah yang terbit tiap kamis itu, bonus yang berupa mainan atau barang-barang DIY. Lama-lama saya tertarik juga dengan rubrik di majalah Bobo yang banyak banget dan sangat sesuai dengan anak-anak seusia saya saat itu.

Continue…

Tentang Bahasa

Beberapa hari ini, ada sesuatu yang terus mengusik kepala saya, yaitu tentang bahasa. Menurut saya, bahasa adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa menjadi media penting dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti kutipan dari tulisan mas Ivan Lanin berikut:

Kemampuan berbahasa adalah kunci untuk bisa menyampaikan ide dengan baik. Tanpa adanya ini, seberapa baiknya pun suatu ide yang kita punyai, niscaya sulit untuk menyebarkannya.

Tautan sumber di sini

Continue…

Tentang Jejaring Sosial dan Hubungannya dengan Moral

 

Social MediaKasus Flo yang akhir-akhir ini muncul di berbagai media menambah panjang daftar perkara yang berawal dari social media. Memang tak bisa dipungkiri, di era internet seperti sekarang ini, rasanya hidup kita tak bisa dipisahkan dari segala hal yang ada hubungannya dengan informasi, termasuk berbagai macam aplikasi jejaring sosial yang kita gunakan setiap hari. Facebook, Twitter, Path, Blog, Instagram dan aplikasi jejaring sosial lainnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan netizen. 

Continue…

Merajut Asa ke UK dengan Beasiswa LPDP

BU-ATW-0682

Sekitar 2 tahun yang lalu saat mulai masuk ke semester tujuh, saya mulai ancang-ancang untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Pada waktu itu, belum ada pikiran sama sekali mau lanjut ke mana dan dengan cara apa. Setahun berselang, saya mulai tenggelam dalam dunia kerja dengan merintis karir sebagai freelance designer. Berawal dari situ, kecintaan saya dengan dunia desain, terutama yang ada kaitannya dengan interface design dan human-computer interaction mulai tumbuh. Banyak hal yang pelajari selama menjadi desainer, mulai dari mengkomunikasikan ide dengan klien, berusaha memahami desain yang tak hanya bagus dari sisi tampilan tapi juga fungsionalitas, belajar memanajemen waktu serta belajar jadi juru tagih, terutama kalo invoice telat. hehe.

Continue…

Perlunya Belajar Tentang Cinta dan Manajemen Rasa

file0001702152465

Akhir-akhir ini saya sering membaca berita menyedihkan tentang kelakuan remaja yang kalap karena urusan cinta. Penganiayaan sampai pembunuhan yang diawali dari perasaan sakit hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan sudah menjadi hal yang semakin biasa seperti angin lalu saja. Rasanya remaja masa kini telah mengalami pendewasaan dini dan dengan pengetahuan yang minim mereka seakan mengumbar rasa tanpa belajar bagaimana mengendalikannya. Konten dari televisi maupun media sosial seakan menjadi racun yang membutakan mata hati dan pikiran.

Continue…

Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Sebuah Takdir

IMG_20140227_081507

Alhamdulillah, pada tanggal 27 Februari 2014 yang lalu akhirnya saya bisa mengikuti proses yudisium. Dengan demikian saya telah menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa dan pada akhirnya bisa membuat kedua orangtua saya tersenyum lega. Melihat kembali perjuangan dari awal menulis skripsi, rasanya saya tak bisa berhenti bersyukur karena banyak hal yang bisa diambil sebagai hikmah.

Continue…