Pergi untuk Kembali

SAM_3368

Halo!

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat seperti pesawat yang melesat #halah. Saya baru sadar, terakhir kali menuliskan uneg-uneg di blog ini adalah bulan Januari tahun 2015, itu artinya lebih dari setahun yang lalu. Selama setahun ke belakang banyak kejadian penting yang saya alami. Saya ingat setelah menuliskan postingan di blog ini saya langsung disibukkan dengan perkuliahan termasuk tugas yang bejibun di term kedua. Pada kesempatan ini saya ingin flashback tentang apa yang saya alami selama setahun belakangan ini.

Saya masih ingat momen di mana jam 2 pagi saya harus jalan kaki ke lab kampus hanya untuk menyelesaikan tugas MatLab karena laptop saya error. Periode Januari-April tahun lalu adalah salah satu masa di mana hidup saya berkutat pada rumah dan kampus.

Menjadi mahasiswa jurusan ilmu komputer bukanlah pekerjaan mudah. Beragam tugas dan proyek yang kadang datang di saat bersamaan membuat hidup layaknya zombie. Sering lembur dan datang ke kampus pagi-pagi dengan mata sembab karena baru tidur 2 jam adalah hal yang yang biasa. Seusai perkuliahan terakhir di bulan April tahun lalu, bahkan ada teman saya yang berkata “Finally it is over, we have a life again!”. Iya, sampai segitunya. Kuliah di luar negeri bukan hal yang mudah. Kalaupun saya sering posting foto di Instagram itu hanyalah kamuflase biar terlihat bahagia. Hahaha. Tapi serius, kuliah di luar negeri bukan untuk yang gampang mengeluh karena memang beban tugas di sini jauh lebih berat dibanding dengan di Indonesia. Untuk mengurangi stress, salah satu caranya memang dengan jalan-jalan. Sampai program director saya di awal perkuliahan sempat berpesan kepada kami para mahasiswa “You only have one year here, spare your time to explore UK”. Musim semi tahun 2015 adalah momen di mana saya bisa agak lega sebelum menghadapi ujian akhir dan disertasi. Jikalau weekend tiba, saya biasanya pergi piknik bersama teman-teman, entah ke kebun bunga (musim semi adalah musim terbaik untuk menikmati kebun bunga di Inggris, baca di sini), atau mengunjungi teman-teman di berbagai kota di Inggris.

Selepas musim semi, saya disibukkan dengan persiapan ujian akhir dan disertasi. Walaupun modul yang diujikan hanya 4, tapi bagi mahasiswa yang kemampuan berpikirnya pas-pasan seperti saya ini butuh usaha ekstra untuk belajar mempersiapkan ujian. Salah satu kenangan buruk saat ujian akhir ini adalah saya tidak lulus salah satu modul. Akibatnya saya harus melakukan re-sit. Saat mengetahui tidak lulus ujian itu saya gelisah, ya karena di sini kalau tidak lulus ujian dan tidak lulus re-sit tidak bisa mendapatkan gelar master. Beruntung saya memiliki teman yang baik hati, Fani, yang mau meminjamkan catatannya sehingga saya bisa melewati ujian re-sit dengan sukses (terimakasih Fan, kamu sangat berjasa hahaha). Oh iya, di akhir April sebelum ujian saya menyempatkan berkunjung ke Maroko, salah satu negara di Afrika bagian utara (ceritanya di sini).

Setelah beres dengan ujian, kesibukan saya berlanjut dengan disertasi. Emm, di periode ini saya juga merasakan puasa di Inggris untuk pertama kalinya, yang mana lamanya 19 jam. Walaupun awalnya sempet cemas apakah bakalan kuat, ternyata biasa aja. Triknya adalah makan pas buka dikit aja, baru pas sahur makannya dibanyakin. Hahaha tetep aja ya. Oke, baik ke soal disertasi. Kalau boleh jujur, saya terlalu ambisius dengan proposal disertasi yang akan saya kerjakan. Pada akhirnya saya sempet keteteran karena harus bikin aplikasi yang fiturnya banyak banget. Alhamdulillah pada akhirnya aplikasi bisa selesai tepat waktu dan menyelesaikan laporan disertasi tepat satu hari sebelum deadline pengumpulan.

Sebagai reward karena sudah menyelesaikan tanggung jawab, maka satu hari setelah submit disertasi saya pergi berlibur untuk memulai perjalanan 20 hari keliling Eropa bersama teman-teman saya yang keren: Pingkan, Ade, Poppy. Kapan-kapan deh saya tulis pengalaman ini. Singkat cerita, pulang dari Eropa saya memutuskan back for good ke Indonesia dan tidak mengikuti wisuda. Kenapa? Tiket pesawat untuk dateng ke acara wisuda mahal booook. Hehehe.

Sesampainya di Indonesia, saya sangat senang karena bisa bertemu kembali dengan keluarga dan teman-teman di Jogja. Sambil dag dig dug nunggu pengumuman kelulusan, saya menghabiskan waktu dengan ketemu teman-teman lama, ngopi (mumpung di Jogja murah), dan nyobain makanan khas Indonesia yang susah ditemukan di Inggris.

Ada momen sebelum saya pulang di mana saya berencana untuk melanjutkan studi S3. Walaupun awalnya saya sempat ragu apakah saya punya kualifikasi yang memenuhi, tetapi pada akhirnya saya beranikan diri untuk menemui supervisor saya. Beruntung beliau sangat mendukung rencana saya tersebut dan sangat tertarik dengan topik riset yang saya ajukan. Sampai pada akhirnya di awal tahun LoA S3 dari University of Birmingham keluar dan saya segera mengurus administrasi ke LPDP untuk mengajukan permohonan beasiswa lanjutan. Alhamdulillah permohonan saya dikabulkan dan saya bisa berangkat untuk melanjutkan studi ke jenjang S3.

Tanggal 29 April 2016 yang lalu saya kembali menginjakkan kaki di Inggris untuk memulai petualangan yang baru di jenjang yang baru. Sudah hampir sebulan saya menjalani program S3 yang menurut saya sangat menantang dan menyenangkan. Menantang karena melakukan riset S3 ibarat menemukan secercah cahaya di lorong yang gelap. Tetapi juga menyenangkan karena topik riset yang saya kerjakan adalah bidang yang sangat saya suka.

Semoga saya bisa kembali berbagi cerita tentang kehidupan dan petualangan selama di sini. Walaupun saya pergi, tapi saya pasti akan kembali ke Indonesia tercinta. ❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *