Merajut Asa ke UK dengan Beasiswa LPDP

BU-ATW-0682

Sekitar 2 tahun yang lalu saat mulai masuk ke semester tujuh, saya mulai ancang-ancang untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Pada waktu itu, belum ada pikiran sama sekali mau lanjut ke mana dan dengan cara apa. Setahun berselang, saya mulai tenggelam dalam dunia kerja dengan merintis karir sebagai freelance designer. Berawal dari situ, kecintaan saya dengan dunia desain, terutama yang ada kaitannya dengan interface design dan human-computer interaction mulai tumbuh. Banyak hal yang pelajari selama menjadi desainer, mulai dari mengkomunikasikan ide dengan klien, berusaha memahami desain yang tak hanya bagus dari sisi tampilan tapi juga fungsionalitas, belajar memanajemen waktu serta belajar jadi juru tagih, terutama kalo invoice telat. hehe.

Setelah bekerja hampir setahun, saya mulai memantapkan hati untuk melanjutkan studi yang ada kaitannya dengan bidang kerja yang sedang saya kerjakan. Mulailah saya mencari informasi tentang universitas yang membuka jurusan tersebut. Hasil pencarian membawa saya ke University of Birmingham, salah satu universitas yang cukup populer di Inggris. Saya sangat tertarik dengan program Master in Human-Computer Interaction di University of Birmingham, karena saya rasa jurusan ini akan sangat sesuai dengan apa yang saya cari, terlebih University of Birmingham juga memiliki HCI Lab Centre yang pastinya akan sangan membantu riset yang nantinya akan saya kerjakan. Setelah memantapkan pilihan, saya lantas mencari informasi tentang beasiswa ke sana. Banyak cara yang saya lakukan, mulai dari browsing di internet, subscribe ke beberapa milis beasiswa, termasuk menggunakan layanan findamasters.com.

Sampai pada akhirnya, saya mengetahui informasi tentang adanya beasiswa LPDP dari kementrian keuangan. Sebagai informasi, beasiswa LPDP saat ini termasuk salah satu beasiswa yang paling banyak dicari di Indonesia karena beasiswa ini akan membiayai kuliah dari awal hingga lulus, termasuk pembuatan visa, biaya hidup hingga tunjangan istri dan anak bagi yang sudah menikah. Menurut LPDP sendiri, beasiswa ini ada untuk menyiapkan pemimpin Indonesia di masa depan, sehingga dalam seleksinya, ada program kepemimpinan.

Nah, karena saya rasa beasiswa ini dapat mewujudkan mimpi saya untuk bisa ke kuliah ke UK, saya pun mulai siap-siap untuk mendaftar. Sayangnya, pada waktu itu terkendala masalah ijazah dan transkrip nilai karena saya masih mengurus ujian pendadaran. Niatnya saya mau mendaftar beasiswa awal tahun agar bisa ikut perkuliahan di bulan September, tapi sayang, saya harus ujian pendadaran lagi. Tak patah semangat, saya ngebut revisi naskah dan bisa ujian lagi sebulan kemudian. Setelah yudisium di akhir bulan Februari, saya berharap bisa segera mendaftar beasiswa LPDP tersebut, tapi sayangnya, saat ini pendaftaran harus menggunakan ijazah. Oleh karena itu, saya pun harus menunggu ijazah yang dibagikan saat wisuda, di mana wisuda dilaksanakan akhir bulan Mei, sementara batas akhir penarikan berkas untuk seleksi administrasi dilaksanakan tanggal 19 Mei. Dengan terpaksa, saya pun harus menunggu untuk seleksi berikutnya bulan Agustus. Tetapi LPDP memberikan kejutan, dengan membuka seleksi tambahan di bulan Juni. Satset batbet, saya pun mengumpulkan berkas yang diperlukan. Tepat pada hari terakhir, akhirnya semua dokumen lengkap. Untuk ngirim dokumen tersebut, saya nebeng di Cinnamon Cafe. Berbekal pesen paket nasi lele bakar seharga Rp 8.500,- saja, saya sudah bisa mendapatkan kenyang dan koneksi yang lumayan. Dengan hati-hati saya cek lagi semua dokumen kemudian mengunggah dokument-dokumen tersebut satu-persatu. O iya, form pendaftaran yang harus diisi banyak banget, beruntun satu hari sebelumnya saya sudah melengkapinya, kurang dokumennya saja. Sambil berdoa saya kirimkan seluruh dokumen tersebut dan berharap ada kabar bagus dalam beberapa hari kemudian.

LPDP menyatakan akan mengumumkan hasil seleksi administrasi 3 hari setelahnya, yaitu tanggal 23 Juni 2014. Seharian saya deg-degan, berasa nunggu jawaban habis bilang suka sama cewek #halah. Sampai sore hari belum ada kabar dari LPDP. Pada malam harinya, saat acara makan-makan syukuran temen yang habis wisuda, ada surel masuk dan tralalaaaaa… itu surel dari LPDP. Saya tak dapat menyembunyikan kebahagian saat membuka lampiran dari surel tersebut, di mana saya menemukan nama dan nomor pendaftaran saya ada di salah satu daftar yang lolos seleksi administrasi dan diundang untuk mengikuti tes wawancara pada tanggal 26-27 Juni 2014. Sepulang dari acara syukuran, saya langsung cari tiket ke Jakarta. Sialnya, tiket kereta dari Ekonomi sampe Eksekutif untuk tanggal 25 habis. Karena pada saat itu lagi bokek, gak mungkin beli tiket pesawat. Setelah refresh halaman berkali-kali, keajaiban muncul, ada 1 tiket kereta Ekonomi nyempil untuk keberangkatan tanggal 25 Juni. Tanpa pikir panjang saya pun langsung beli tiket itu.

Singkat cerita, sesampainya di Jakarta saya disambut dengan banjir! Iya, banjir setinggi betis yang bikin macet dan memaksa saya turun dari bis Patas AC 44 jurusan Senen-Ciledug. Karena kereta yang saya naiki berangkat siang, maka tiba di Stasiun Pasar Senen malam hari sehingga masih sempet istirahat semalam di rumah saudara yang di Ciledug. Pagi-pagi banget jam 5 saya udah berangkat, takut kena macet karena harus lewat Thamrin dan Sudirman yang terkenal sering macet. Eh ternyata pagi itu masih sangat lengang, dengan 20 menit saja saya sudah sampai gedung Kementrian Keuangan, tempat seleksi wawancara. Sampai di sana, saya ketemu temen baru yang ternyata sama-sama kerja di bidang IT, jadi bisa ngobrol ngalor ngidul ngomongin kerjaan masing-masing. Yang jadi kejutan pada hari itu adalah ada Gita Gutawa yang ternyata juga ikut seleksi wawancara! Sayang gak segrup LGP sama doi. Nah, daripada ngomongin Dik Gita, mending ngomongin jalannya seleksi aja.

Jadi setelah pembukaan oleh direktur LPDP, semua peserta keluar ruangan dan di luar udah ada pengumuman jadwal tes wawancara dan LGD (Leaderless Group Discussion). Sebelum tes wawancara, setiap peserta harus melakukan verifikasi dokumen. Jadi pas datang ke seleksi wawancara pastikan kalian bawa dokumen asli yang dipakai saat pendaftaran, gak boleh ada yang ketinggalan! Setelah verifikasi, selanjutnya kita menunggu giliran wawancara. Nah, nunggunya bisa lama banget, jadi gunakan waktu menunggu dengan kenalan sama temen-temen baru. Mereka yang datang itu keren-keren, ada yang mau kuliah di Australia, Selandia Baru, US, Belgia, Jerman dan buanyak lagi. Gak sabar lihat mereka 10 tahun lagi jadi pemuda pemudi yang jadi pemimpin di negeri ini

Err… pas lagi asik ngobrol, tiba giliran saya untuk masuk ke ruang tes wawancara. Pada waktu itu, saya berhasil menghilangkan kegugupan saya dan tak lupa berdoa semoga lancar, serta minta restu kepada kedua orang tua. Sampai ke dalam saya langsung menjabat tangan reviewer yang akan mewawancarai saya dengan mantab. Jabat tangan merupakan impresi pertama, jadi pastikan tangan kalian gak basah karena keringat dingin dan jabat tangannya dengan erat dan mantab. Seharusnya ada 3 reviewer dalam tes wawancara, tapi pada waktu itu hanya ada 2, satu profesor dan satunya lagi psikolog. Inti dari tes wawancara ini adalah menguji kesiapan dan karakter peserta, jadi usahakan untuk menjawab pertanyaan dengan mantab dan jujur, jangan pernah berbohong sedikit pun karena pasti akan ketahuan. Pas wawancara ini saya sempat kaget, karena ternyata tes wawancaranya dalam bahasa Inggris, mungkin karena saya apply untuk beasiswa master ke luar negeri. Pertanyaan yang diajukan seputar essay yang kalian tulis dan kesiapan kalian untuk belajar ke negara tujuan. Jadi pastikan kalian menguasai essai yang kalian tulis, tentang kegiatan selama kuliah, rencana studi, kontribusi di organisasi atau kegiatan sosial dan kontribusi kalian ke depan bagi Indonesia. Reviewer juga sempat menanyakan kesiapan saya untuk studi ke Inggris, beruntung saya sudah sempat baca-baca tentang kehidupan di sana, termasuk bagaimana mencari tempat tinggal dan segala macemnya. Secara keseluruhan, wawancara berlangsung santai dan hangat sampai tidak terasa sekitar 20 menit berlalu dan wawancara dirasa cukup. Saya cukup puas dengan wawancara tersebut dan saya berharap bisa meyakinkan reviewer. Dalam wawancara ini, sangat diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, jadi bagi yang masih minder segeralah aktif di organisasi dan belajar menghadapi banyak orang serta belajar ngomong di depan orang.

Selesai tes wawancara, saya masih harus nunggu jadwal LGD yang kebetulan dapetnya di sore hari. Oleh karena itu, saya sempatkan makan siang dulu di warung mie ayam seberang kantor Kemenkeu. Ternyata mie ayam di sana gak enak, jauh lebih enak mie ayam Pak Slamet di Samirono atau mie ayam Bu Tumini yang legendaris itu. hehehe. tik tok tik tok, 3 jam berlalu dan jarum di jam menunjukkan pukul 16.20, itu berarti udah saatnya dapat panggilan LGD. Ternyata bener, kami segrup dipanggil. Dalam LGD, ada 8 orang yang tergabung dalam 1 grup. Nah, sebelumnya, kita tidak saling kenal, jadi baru kenal pas dipanggil itu. Sebelum masuk ruangan LGD, kami menyempatkan diri untuk saling kenal dan cerita jurusan kuliah masing-masing, fungsinya biar lebih enak pas diskusi nanti. Di dalam ruangan sudah ada 2 ibu psikolog yang menunggu kami. Oleh beliau, kami diberi topik tentang penghapusan subsidi BBM. Nah, di LGD ini kita diberi waktu 40 menit dan kita dibebaskan gimana jalannya diskusi. Poin penting LGD ini kayanya adalah gimana kita bisa mengungkapkan argumen kita dengan baik. Saya ndak begitu paham poin yang dinilai apa saja, tapi selama LGD, diskusi di grup kami berjalan cukup lancar dan masing-masing anggota bisa mengontrol ego dengan baik sehingga setiap orang punya alokasi yang hampir sama untuk mengungkapkan pendapatnya. Secara keseluruhan LGD berjalan sukses, kudos buat temen-temen yang segrup kemarin, kalian keren!

Akhirnya serangkaian tes pada hari itu selesai juga. LPDP menyampaikan bahwa pengumuman tes wawancara paling lambat adalah tanggal 14 Juli. Eh tak taunya tanggal 3 Juli sudah ada surel masuk dari LPDP, berisi pengumuman hasil tes wawancara. Alhamdulillah, nama saya ada di lampiran SK. Selanjutnya adalah mengikuti Program Kepemimpinan, tapi paling tidak sampai pada tahap ini mimpi saya ke UK tinggal selangkah lagi, sembai menunggu LoA dari University of Birmingham. Semoga semuanya lancar dan tahun depan bisa berangkat ke Edgebaston untuk jadi mahasiswa program Master of Human-Computer Interaction di University of Birmingham. Bagi yang mau mendaftar semangat ya!

Ingat, kerja keras, doa dan restu orang tua tidak pernah bohong! So, good luck!

75 responses to “Merajut Asa ke UK dengan Beasiswa LPDP”

  1. Assalamualaikum,
    menarik sekali yah pengalamannya, mungkin rejekinya sekali daftar langsung lulus.
    sy sering dengar LPDP tp belum terlalu paham. Beasiswa ini apakah untuk tujuan semua negara begitu?
    seperti jepang misalkan, apakah bisa?
    sya bru smstr 5, tp mulai mencari2 sja sp tau nnt s2 bsa dpt beasiswa jg.

    slm knl – Husnul Khatimah-

    • adhiwie says:

      Halo Husnul Khatimah,

      Alhamdulillah, walaupun lulusnya mundur satu tahun tapi ternyata memang ada hikmahnya karena pengalaman di kampus dan di lingkungan kerja sangat bermanfaat saat tes wawancara. Universitas yang dituju harus termasuk ke dalam perguruan tinggi tujuan yang daftarnya bisa dilihat di sini http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/daftar-perguruan-tinggi-tujuan/. Jepang termasuk ke dalam daftar perguruan tinggi tersebut. Saran saya persiapkan syarat-syaratnya sedini mungkin. Good luck ya

      Regards,
      Adhi

  2. Icha says:

    Hai Adhi!
    Pertama kali liat cerita lo justru dari search twitter, terus akhirnya membawa gue ke blog ini. Hehe
    Informatif dan inspiratif bgt semua post-nya.
    Dan selamat ya sudah di Birmingham! 😀
    Gw lagi mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi tentang beasiswa ini, dan sekarang pun gue sedang persiapin segala macem nya untuk periode yang November. Tapi entah kenapa semakin gue mencari tau tentang beasiswa ini dan membaca semakin banyak kesaksian-kesaksian semua yang lulus di beasiswa ini justru semakin mengecilkan perasaan gue. Hahaha mengingat apa yang gue lakuin ternyata sangat tidak bisa dibandingakn dengan yang kalian udah buat untuk sekitar atau lets say negara ini. Hehehe maaf jadi curhat. Tapi seriously, kalian berkarya luar biasa banget.
    Meanwhile gue disini malah masih sibuk memperbaiki kepercayaan diri gue lagi. Hahaha.
    Anyway, gue mau nanya. Either di study plan atau ntar pas wawancara itu kita udah harus menyiapkan setiap program yang bakal kita lakukan ketika kuliah nanti gak sih? Maksud gue, kayak ntar lo disana mau research tentang apa, atau thesis lo ntar tentang apa, atau project apa yang mau lo lakuin disana, ato apalah gitu. Semua harus sudah detail prepared?

  3. Amin Nurohmah says:

    Uwooww
    Salam orang gunungkidul sekaligus alumni Uny
    Selamat atas kerjakeras dan keberhasilan proses study yang akan dijalami. Semoga ilmunya berkah dan betmanfaat untuk masyarakat.
    Salam,selmat!

  4. Mas Adhiiii……wah senang sekali bisa berkunjung dan tahu tips-tipsnya mas, informatif dan bermanfaat sekali. Mohon doanya agar saya dapat jalan terbaik ke Belanda sana 🙂
    Jangan pindah kewarganegaraan lho mas,hehehe. Salam dari UNY….

    • adhiwie says:

      Syukur kalo bermanfaat, good luck ya buat rencana ke Belanda nya.

      Engga dong, tetep Indonesia

      • Ely says:

        Mas Adhi terimakasih atas informasinya sangat membantu. Saat ini saya sedang berada di semester 4 dan rencananya juga ingin mengambil ke UK semoga bisa berjalan dengan lancar dan baik.

        • adhiwie says:

          Halo Ely,

          Salam kenal ya. Senang rasanya tulisan saya bisa bermanfaat. Semangat kuliahnya dan persiapkan dengan sebaik mungkin jika ada niat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Sukses selalu.

  5. Amin Nurohmah says:

    Iyo mas adhie.smg menginspirasi org GK lainnya ben seng terkenal gak hanya wisatane org2nya juga harus hebat2. btwb aku agak familiar dgn nama sampean.dulu ikut matriks uny kah atao forum berlima penelitian antat fakultas? Oh atau mungkin adi anak FT yg lain.salam kenal,smg sukses studinya!!

  6. Amin Nurohmah says:

    Owhh mungkin,adi temene agus gendut kah??wee perasaan sampean bkn gunungkidul toh?hummm keren bs masuk LPDP semoga selalu diberkahi.

  7. […] Hingga akhirnya kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri datang dari beasiswa LPDP. Saya menuliskan tentang kisah saya yang akhirnya bisa mendapatkan beasiswa ini di sini. […]

  8. pembahasan di blognya sangat membantu….kalau boleh saya tau gimana caranya dapet LoA dri birmingham? rencana mau nerusin disana jga jadi mas adi tinggal di dormitory ato gmana dsna ?
    maaf banyak nanya

    • adhiwie says:

      Saya dulu daftar dari portal admisi UoB pga.bham.ac.uk

      Saya tinggal di shared house, lebih murah dibanding akomodasi kampus

  9. Maidatul Husna says:

    Assalamualaikum kak inspiratif sekali cerita nya… saya tertarik dengan beasiswa LPDP jika diperboleh kan saya mau minta contoh essay dan dokumen yg terkait untuk dijadikan referensi saya… jika kakak berkenan saya mohon kirim ke maidatulhusna@gmail.com terimakasih banya.

  10. Dhani says:

    Hallo Adhi, saya Dhani. Lagi blogwalking terus mampir kesini. Sebelumnya sih udah mampir buat persiapan tes wawancara LPDP periode kemarin, berhubung belum lulus tes wawancara 🙁 saya mampir di blog-blog lagi tapi kali ini sambil bikin notes hal-hal yang dirasa bisa membantu buat seleksi LPDP periode selanjutnya (kesempatan terakhir seumur hidup). Dan pas baca cerita kamu yg ini, kebetulan banget saya diterima di Human-Technology Interaction di TU Eindhoven, Belanda. Dari pengalaman wawancara kemarin, interviewer ragu sama prodi yang saya ambil. Katanya kurang punya kontribusi nyata buat Indonesia, sedangkan teknologi kurang menjadi perhatian di negara berkembang. Kalo menurut kamu gimana? Kan kamu kuliah Human-Computer Interaction, mirip2.. Ditunggu balasannya ya,makasih banyak..

    • adhiwie says:

      Halo Dhani, salam kenal. Fokus saya untuk teknologi, khususnya HCI adalah menawarkan solusi untuk pengembangan sistem di Indonesia agar lebih baik. Contoh kasusnya adalah sistem informasi bikinan pemerintah yg biasanya susah dipakai. Nah saat wawancara dulu saya mengutarakan ide untuk pengembangan sistem yg lebih mudah dipahami, caranya dengan menginplementasikan HCI (misal dengan user experience dan interface yang lebih baik). Ide saya cukup sederhana dan tidak muluk-muluk kok terkait teknologi ini. Kebetulan saya juga kerja jadi web dev dan desainer, sehingga saya biasanya coba implementasi ide tsb ke beberapa peoject yg pernah saya kerjakan 🙂

  11. ratna says:

    halo mas, mau tanya nih… saya juga sedang mengisi form pendaftaran di portal admisi ubham.. yang saya masih agak kurang paham, untuk pengisian surat rekomendasinya.
    Kita diminta mengisikan 2 nama pemberi rekomendasi..itu sudah saya isi..nah di bagian dokumen yg diupload, itu gimana ya mas? apa mas dulu mengupload surat rekomendasinya, yang berarti kita bisa baca/lihat isinya… sementara, surat rekomendasi dari atasan saya di amplop tersegel… mungkin bisa dishare pengalamannya mas…terima kasih

    • adhiwie says:

      Saya dulu memang upload surat rekomendasi dalam bentuk scan. Menurut saya memang surat rekomendasinya harus discan, jadi kalo bolrh memberikan saran coba minta izin ke atasan untuk scan surat rekomendasi tsb

  12. dewi ratna sari says:

    Saya baru lullus smk tahun ini, dan saya sedang mengajukan beasiswa di ptn negri lampung, sya sudah tahap wawancara tapi sya gugup sekali apakah keterima atau ttidak, sebenarnya saya ingin sekali bisa kuliah ambil program accounting di luar negri, tapi saya gk tau cara nya, apakah mas bisa memberittahu bagaimna. Cara nya?

    • adhiwie says:

      Halo Dewi,

      Salah satu cara untuk kuliah ke luar negeri adalah dengan mengikuti program beasiswa. Untuk S1 saya belum tau, tapi jika nanti tertarik untuk melanjutkan studi S2 ke luar negeri bisa mendaftar ke LPDP (lpdp.kemenkeu.go.id)

  13. Fauzia says:

    Hi Adhi. Nice share. Adhi punya info ttg mahasiswa dari indo yang ambil jurusan psikologi dsana nggak? saya berencana ikut short course psikologi akhir oktober ini. mgkn pas dsana nnt bsa terhubung dengan tmn2 dari psikologi.

    thanks infonya yah

  14. Arsyan says:

    Tulisan yang sangat menginspirasi mas. Kebetulan saya juga alumni UNY tapi baru aja lulus. Semoga bisa ikut ketularan berangkat ke UoB. Kalau boleh tahu langkah2 buat dapat LoA nya bisa di share mas. Maturnuwun

    • adhiwie says:

      Halo Arsyan,

      Salam kenal sesama alumnus UNY. Untuk mendapatkan LoA dari UoB bisa langsung akses websitenya birmingham.ac.uk, cari di bagian admission. Nanti tinggal mengikuti prosedur yang sudah dituliskan di web tersebut.

  15. Eva says:

    Dear Kak adhi,

    saya eva kaa. sedang mempersiapkan tes LPDP tahun depan untuk ambil S2 islamic finance di Durham university.
    bisakah saya minta contoh essay dan studi plan kak adhi?
    supaya ketularan bisa lolos LPDP dan mimpi sekolah di luar negeri saya tercapai ^^

    terima kasih.
    Good Luck ^^

  16. yudi says:

    Asalamuallaikum,maap nama saya yudi asal majalengka jawa barat saya mau bertanya kalau mau kuliah ke luar negeri tapi tidak punya biaya apakah bisa kuliah tanpak biaya?

    • adhiwie says:

      Halo Yudi,

      Saat ini akses beasiswa sudah banyak, salah satunya LPDP. Beasiswa tersebut mencakup semua komponen biaya pendidikan termasuk biaya hidup. Jadi jangan putus asa, ada banyak jalan untuk dapat kuliah ke luar negeri!

  17. Hida says:

    Halo mas Adhi, saya juga berencana ingin ikut seleksi beasiswa LPDP. Saya sudah menempuh S1 dengan jurusan Teknik Informatika dengan spesialisasi ke Sistem Cerdas dan ingin menempuh S2 di luar negeri, lebih spesifik ke Inggris dengan jurusan yang temanya hampir sama.
    Mau ikut tanya ya mas, waktu ikut seleksi beasiswa LPDP, apakah mas adhi sudah diterima di kampus tujuan? Satu pertanyaan lagi mas, kalau portal univ yang kita daftar meminta nama kita untuk disesuaikan dengan paspor, sedangkan saya belum buat paspor, apa sebaiknya saya buat paspor terlebih dahulu ya mas?

    Terimakasih. Semoga sukses studinya dan bisa ikut berkarya membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.

    • adhiwie says:

      Halo Hida,

      Saya dulu saat mengikuti seleksi LPDP belum diterima di kampus tujuan. Saran saya tak ada salahnya buat paspor dulu agar nanti nama yang digunakan konsisten untuk setiap dokumen yang digunakan, apalagi ketika mengurus visa nantinya. Good luck!

  18. Joe says:

    Halo Mas, keren ya bisa dapet LPDP ke UK.
    Gue tertarik banget baca cerita lo, karena gue sendiri pengen ngambil HCI.
    Ada beberapa yang pengen gue tanyain, secara lo udah berhasil kuliah disana.
    Background gue itu sebenarnya Visual Communication Design, kerja Multimedia Design, yah bisa dibilang sekarang all-around designer lah. Kalo HCI itu yang gue liat2 kayaknya berat banget computer science-nya ya. Harus bisa Java, gitu2 kah?
    Gue pengen ngambil di UK soalnya cuma 1 tahun tapi takut ke-blenger hahaha.
    Second options sih yang 2 years macam di Australia atau di US.
    Gimana menurut lo? Bagi sarannya ya. Thank you & good luck study-nya! 🙂

    • adhiwie says:

      Halo Joe,

      Materi kuliah HCI tergantung kampusnya. Kalo di tempat saya berimbang antara technical dan analytical (in which masih banyak coding dan project yang berbau Java). Sementara ada teman di UCL yang ambil HCI juga, hanya saja di sana lebih ke arah sosial dan psikologi. So, it depends on the curriculum of the university. Sebagian besar kampus sudah menuliskan kisi-kisi kuliah di halaman website mereka, jadi bisa langsung analisa kira-kira konten dari modul yang ditawarkan sesuai/tidak sama preferensi skill yang diinginkan. Good luck!

  19. aini fatwa says:

    hi mas adi.,,,,
    sunguh tips yang sangat berguna. pertama saya ingin bertanya bagaimana cara kita apply ke universitas untuk mendapatkan Loa?
    karena tahunn ini saaya sedang persiapan untuk mendaftar.
    terima kasih

    • adhiwie says:

      Halo Aini,

      Cara mendapatkan LoA tergantung dari prosedur kampus yang dituju. Misal di UK, untuk mendapatkan LoA biasanya hanya tinggal melengkapi berkas pendaftaran melalui portal admission kampus tersebut. Langkah paling baik menurut saya adalah kunjungi halaman website kampus yang dituju, biasanya di sana sudah terdapat informasi yang lengkap mengenai prosedur pendaftaran.

  20. Rika says:

    Selamat malam Mas Adi, perkenalkan saya Rika dari Lampung. Saya sekarang masih semester 8 di Jurusan Ilmu Komunikasi Uiversitas Lampung, jadi sekarang masih tahap skripsi. Mas saya mau tanya, seberapa besar pengaruh pengalaman kerja kita buat seleksi LPDP nanti? Saya dulu sudah rencana, sambil apply beasiswa saya mau lamar kerja di surat kabar, sesuai konsentrasi saya “Jurnalistik dan Studi Media”. Jenis lembaganya pun apakah berpengaruh? Misalnya surat kabar tempat saya kerja adalah yang ternama, dsb.
    Saya juga masih bingung dengan point pengalaman organisasi. Sejak masih jadi mahasiswa baru saya sudah aktif organisasi sampe sekarang. Yang saya belum paham adalah, apakah kita harus punya peran sangat penting di organisasi tersebut, organisasinya punya social project bagus atau gimana.
    Ngomong-ngomong negara tujuan saya sama kaya Mas Adi. Saya mau lamar di kampus London School of Economics and Political Science dengan konsentrasi New Media Studies.
    Sebelumnya terimakasih, maaf pertanyaannya panjang. hehe

    • adhiwie says:

      Halo Rika,

      Sepemahaman saya, pengalaman kerja dan organisasi (terlebih yang relevan dengan passion dan jurusan yang akan diambil) cukup berpengaruh dan menjadi pertimbangan revieewer saat seleksi. Kenapa? Karena menurut saya hal itu menunjukkan kontribusi dan rencana kamu ke depannya mau seperti apa. Untuk jenis lembaga dan jabatan, jujur saya tidak tahu apakah itu juga berpengaruh terhadap seleksi. Kalau untuk saya sendiri, saya sedari kuliah aktif di himpunan dan tim riset di kampus. Sementara di luar kampus saya aktif menjadi volunteer di beberapa organisasi yang sesuai dengan bidang yang saya tekuni (teknologi informasi)

      Wah LSE bagus tuh, Gita Gutawa tahun kemarin baru lulus dari sana juga (tahu karena seangkatan PK sama dia).

  21. William Saputra says:

    Hi Mas Adi,

    Thanks buat tulisanya informatif sekali dan inspiratif banget. Sekarang mas Adi sudah lulus dari UK ya? Mas saya mau tanya, biaya hidup dari LPDP itu cukup tidak untuk memmebuhi living cost yang ada di birmingham?

    Terima kasih ya

    • adhiwie says:

      Halo William,

      Saya sudah lulus master dan saat ini sedang melanjutkan studi untuk S3 di Birmingham. Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman, selama ini biaya hidup dari LPDP mencukupi kebutuhan hidup di UK.

  22. rizki says:

    selamat siang
    saya rizki mahasiswa semester 7 yang tertarik untuk mlanjutkan s2 di uk,
    mas boleh minta alamat emailnya ?

  23. Irsa Maulidya says:

    Assalamualaikum mas Adi, kisahnya inspiratif sekali mas. 🙂
    saya mau tanya, sebelumnya cerita dulu. saat ini saya masih kuliah mau masuk sem-5 jurusannya kesehatan. rencananya saya pengen ambil s2 di univ Birmingham, menurut pengalaman mas Adi, peluang diterima jadi awardee pldp bagaimana (yg mengarah ke kesehatan)? dan itu kita harus daftar dulu di univ nya, apa saat pengajuan beasiswa bisa sekalian daftar?
    terimakasih mas Adi,
    maaf banyak tanya, keinginan sangat besar belajar di luar, tapi belum ada kenalan yg bisa diajak diskusi dan bertanya

    • adhiwie says:

      Halo Irsa,

      Peluang diterima beasiswa LPDP cukup besar kok, asalkan kamu bisa meyakinkan mereka kalau kamu memang layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Untuk persyaratan mendaftar ke LPDP, tidak harus daftar ke universitas tujuannya dulu. Bisa daftar LPDP walaupun belum diterima di universitas tujuan, atau berbarengan daftarnya.

      Setahu saya ada beberapa awardee jurusan kesehatan yang melanjutkan studi S2 ke UK. Jadi menurut saya, peluang itu pasti ada.

  24. Ade says:

    Hallo, mas. Mungkin saya dapat dibilang sangat telat baru membaca blog Anda sekarang ini. Tapi, bolehkah saya meminta contact Anda? Saya mau tanya-tanya mengenai proses beasiswa LPDP.

    terima kasih

  25. Arysti Safira says:

    Hi, Mas Adhi. Saya masih semester 5 jurusan Akuntansi dan berkeinginan untuk lanjut master di University of Birmingham jurusan International Accounting and Finance. Yang ingin saya tanyakan, jujur saya belum pernah ikut organisasi internal dari jaman sekolah sampai kuliah, hanya ikut organisasi eksternal saja (HMI), apakah LPDP akan mempertimbangkan saya? Kendalanya hanya itu saja Mas, selebihnya IP saya alhamdulilah memuaskan. Terima kasih

    • adhiwie says:

      Saran saya mumpung masih semester 5 dan ada waktu, bergabunglah ke suatu organisasi, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Hal ini mengingat salah satu pertimbangan LPDP adalah pengalaman berorganisasi, sehingga penting untuk memiliki pengalaman di situ. Kenapa? Karena berorganisasi melatih salah satu aspek penting yang dicari oleh LPDP, yaitu kepemimpinan 🙂

  26. Senengnya bisa menuntut ilmu di LN di Universitas yang keren pula. Saya pernah ada rencana juga ke Mesir tapi sampai kini belum juga berangkat karena beberapa alasan…. Terima kasih telah berbagi pengalaman. Ini akan saya bagikan kepada kawan-kawan di tempat saya.

    • adhiwie says:

      Alhamdulillah mas saya mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di LN. Silakan dibagikan mas jika bermanfaat 🙂

  27. dira says:

    Mas adhi, sy berencana mndftar app linguistics d univ birmingham. Mas punya tmn awardee jurusan app ling di univ bham ga? Sy pgn cari info lebih dalam. Terima kasih

  28. winda says:

    Halo mas Adhi,

    Senang rasanya menemukan blog ini, inspiratif sekali. Saya rencana akan lanjut study S2 di UK dan sedang mencari untuk jurusan Human Computer Interaction.
    Kalau mas adhi berkenan, boleh kah share pengalaman lebih lanjut mengenai proses belajar mengajar di Birmingham mengenai HCI ini ke email saya, untuk dapat dijadikan bahan referensi. Kebetulan saya lulusan Sistem Informasi yang kurang interest dalam ngoding, apakah itu akan menjadi hambatan bagi saya? hehehe

    Terima Kasih 🙂

  29. Ammalia Nur Indasari says:

    Hi kak saya kepengen bgt kuliah s2 di UK untuk jurusan islamic finance. Saya udh cari yg ada jurusan itu di UK, ada durham, reading, staffordshire, dan BPP. Apakah kaka ada info mengenai jurusan dan univ tsb kak? atau teman yg kuliah disana kak?

  30. Ammalia Nur Indasari says:

    Hi kak untuk jurusan islamic finance di UK, bagaimana ya kak? Saya udh cari yg ada jurusan itu di UK, ada durham, reading, staffordshire, dan BPP. Apakah kaka ada info mengenai jurusan dan univ tsb kak? atau teman yg kuliah disana kak?

    • adhiwie says:

      Halo Ammalia, mohon maaf saya gak punya teman yang sedang kuliah di sana. Silakan cek informasi jurusan di website masing-masing universitas, di situ biasanya informasinya sudah lengkap.

  31. Reza Putra says:

    Selamat siang,

    Terima kasih telah berbagi cerita. Artikelnya sangat membantu bagi pelamar lain. Saya terkesan ternyata Mas Adhi masih berkenan membalas pertanyaan pembaca. Saya bermaksud untuk mengikuti seleksi tahun ini sebagai freelancer seperti Mas Adhi. Pertanyaan saya, apakah para pekerja lepas perlu membuat surat izin atasan? Jika iya, siapakah pihak pemberi izin tsb? Terima kasih dan salam kenal…

    • adhiwie says:

      Halo Reza,

      Salam kenal. Mohon maaf balasan dari saya sangat telat karena jarang sekali buka blog. Menurut saya sih gak perlu mas pakai surat izin atasan, saya pun dulu gak pakai. Kecuali persyaratan tahun ini mewajibkan untuk menggunakan surat tersebut.

  32. Reni says:

    Hai kak adhi
    Saya reni. Kak saya sangat tertarik utk ngambil MA TESOL taught di birmingham dan dpt beasiswa. Tapi masalahnya kak, saya belum lulus kuliah dan ini sudah molor satu tahun. Tentu kemoloran saya itu berdampak pada IPK saya kak. Menurut kakak apa IPK itu bakal jd prioritas penilaian jg?
    Oh ya kak, kalau di birmingham itu, penerimaannya hrs ada rekomendasi dan motivasion letter jg kah?
    Tips buat dpt LoA Gmn kak?

    • adhiwie says:

      Hai Reni,

      Mohon maaf untuk balasan yang sangat telat, jarang buka blog. Saya rasa asalkan IPK memenuhi syarat minimal beasiswa sih gak masalah. Untuk alasan molor kelulusannya, saya pun dulu molor setahun hehe.

      Setahu saya untuk mendaftar ke Birmingham memang harus ada surat rekomendasi dan motivation letter (atau sering disebut personal statement). Tips untuk dapat LoA, buat motivation letter yang meyakinkan dan sebutkan alasan kenapa kuliah di Birmingham sejalan dengan karir/target ke depannya. Selain itu, pastikan semua persyaratan lengkap.

  33. Muhammad ridho says:

    Assalamualaikum.. Bang Adi, semoga sehat dan semakin sukses karirnya..

    saya Sem 6 sekarang di kampus. Di Sem 1-4 aktif banget ikut organisasi. Semester skarang vakum krna coba tertarik jadi freelance buat biaya hidup, lagi coba buat powerpoint template di envato. Ohya saya jurusan desain komunikasi visual. Krna hobi desain sejak SD bang hehe

    Di kampus saya sering dipercayakan berbagi ilmu pelatihan desain, dan mengisi acara. Dari sana ibu saya ingin saya jadi dosen. Pdhal saya lebih suka jdi freelance dan jadi wirausaha industri kreatif setelah lulus s1 ini.

    Permasalahannya, klo mau jadi dosen itu minimal s2 kan Bang Adhi, apa perlu kuliah s2 buat jadi dosen. Saya ada juga niat kuliah di luar, cuma kadang berpikir dilema meninggalkan ibu saya di kampung halaman bang Adhi. Apakah hal ini dirasakan oleh perantau di luar negeri?

    Makasih bang Adhi

    • adhiwie says:

      Halo Ridho,

      Salam kenal, mohon maaf balasan yang telat karena jarang buka blog. Saya pernah merasakan hal yang sama ketika di semester akhir perkuliahan, di mana Bapak menyarankan saya buat jadi PNS tapi saya ngeyel karena tetep kerja freelance. Menurut saya sih niat orang tua pasti baik, agar anaknya mendapat pekerjaan yang layak dan terjamin, ditambah kerjaan jadi freelance masih sering dipandang sebelah mata. Tapi waktu itu saya membuktikan kerja ke orang tua bahwa jadi freelancer bisa menghidupi diri saya dengan hasil yang memuaskan. Jadi tipsnya, berikan bukti ke orang tua jika memang pekerjaan yang kita pilih itu benar-benar menghasilkan.

      Kalau memang berniat jadi dosen memang setau saya persyaratan minimalnya harus S2. Dilema meninggalkan keluarga pasti ada, tapi mencari ilmu menurut saya adalah hal yang mulia dan orang tua pasti mendukung kok. Jadi tinggal dikomunikasikan aja dengan keluarga. Sukses buat rencana ke depannya.

  34. Dewi Aulia says:

    Selamat malam kak adhie..saya ingin bertanya beberapa hal ke kak adhie, saya lulusan bulan juni ini dan insyaallah ingin mengikuti jejak kak adhie di birmingham…boleh mnta cp nya kak?

    • adhiwie says:

      Halo Dewi,

      Salam kenal. Mohon maaf telat membalas pesan di blog karena jarang buka blog. Silakan, bisa kontak saya via LINE di @adhiwie

  35. Muhammad Irfansyah Maulana says:

    Hallo mas Adhi, mas ngambil master di UoB itu by course atau by research mas? Kemudian mas dapat LoA melalui contact with professor atau lewat admission di web univ nya? Makasih mas.

    • adhiwie says:

      Saya dulu ambil master by course. Dapet LoA lewat admission univ. Kalau pas daftar PhD, dapet LoA lewat supervisor.

  36. Cici says:

    Assalamualaikum kak izin bertanya ,jika Ipk 3.3an tp Mau apply LPDP luar negeri dan toefl ielts mncukupi , essay baik, LoA dimilkki. Ada kmungkinan gak kak ktrima sbab saya takut aja krn ipk kecil 3.3 banyak nilai C

    • adhiwie says:

      Halo Cici, setahu saya syarat IPK minimal untuk mendaftar LPDP adalah 3.25 jadi menurut saya masih ada kemungkinan untuk diterima. Good luck!

  37. ilma says:

    Assalamualaikum kak izin bertanya, klo tidak ada pengalaman organisasi dikampus. apakah masih bs berkesempatan buat dapaten beasiswa tsb??.

    kan sekarang sy posisinya semester 3 kuliah sambil kerja(malam kuliahnya, siangnya kerja) soalnya buat biayain kuliah sekarang. jd kemungkinan buat ikut organisasi dikampus agak susah. jd klo boleh solusinya juga buat sy apa ya ka??? hehehe,,,,, terima kasih

    • adhiwie says:

      Halo Ilma, salam kenal. Luar biasa sekali kuliah sambil kerja. Menurut saya, pengalaman organisasi tidak terbatas di kampus aja kok. Kalau misal di tempat kerja atau di lingkungan kamu memungkinkan untuk berkontribusi dalam sebuah organisasi, kenapa gak dicoba aja. Misal bisa ikut ngurusi acara di kantor atau di lingkungan tempat tinggal kamu. Terlebih kamu baru semester 3, masih banyak kesempatan untuk berorganisasi. Good luck kuliahnya 🙂

  38. fiona says:

    Hai salam kenal, senang rasanya bertemu dengan blog ini. Oh iya, boleh di sharing via email knp memilih univ ini untuk Jurusan HCI dibanding dengan univ yang menyediakan jurusan serupa lainnya di UK? kebetulan saya juga tertarik dengan jurusan ini, namun masih dalam tahap pemilihan univ. Jika tidak keberatan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *