Birmingham, Tunggu Aku Bulan Depan

Sekitar 2 bulan yang lalu, saya menulis tentang pengalaman mendaftar beasiswa LPDP. Sebulan berselang, tepatnya tanggal 21 Juli 2014 saya mendapat kabar gembira bahwa aplikasi saya diterima dan pihak universitas mengirimkan ‘conditional offer’. Beberapa hari kemudian, LPDP mengirim pemberitahuan bahwa saya mendapat jadwal Program Kepemimpinan (PK) untuk bulan Desember. Yah, itu berarti saya tidak bisa memproses pendaftaran saya dan dengan terpaksa saya pun melakukan defer untuk tahun depan. Meskipun demikian, pada waktu itu saya sempat bertanya apakah jadwal PK saya bisa maju, tapi tidak ada jawaban dari pihak LPDP.

Setelah lebaran, ada kejutan datang ke inbox surel saya. Sebuah pemberitahuan dari LPDP bahwa jadwal PK saya maju dari Desember menjadi September! Antara kaget dan bahagia karena itu artinya saya bisa memproses pendaftaran dan berharap bisa berangkat tahun 2014 ini. Saya pun kembali mengirimkan surel ke pihak UoB dan menanyakan apakah permohonan deferral saya bisa dibatalkan dan tetap mengambil offer letter untuk yang tahun 2014. Beruntung, pihak UoB menyetujui permohonan saya. Sampai di sini status offer saya masih conditional dan harus mengirimkan dokumen tersebut di atas agar berubah menjadi unconditional. Belum sempat saya kirim dokumen, pas ada kopdar PK LPDP angkatan 17 di Jogja, saya ketemu sama Mas Rustam yang sama-sama mendaftar ke UoB. Beliau cerita kalau saya tak perlu mengirim dokumen tersebut ke UoB, saya cukup datang ke IDP dan nanti pihak IDP akan membantu mengurus verifikasi dokumen. Esok harinya saya datang ke kantor IDP dan menjelaskan situasi saya. Pihak IDP baik banget, saya diminta menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan dan mereka pun membantu proses verifikasi dokumen tersebut. Selain meminta bantuan IDP untuk memverifikasi dokumen, saya juga mengontak Alicia Morris, representatif dari UoB untuk mahasiswa internasional. Sayangnya saya mengirim surel di waktu yang kurang pas karena pada tanggal 14-15 Agustus semua staff di bagian admisi sedang mengurusi mahasiswa undergraduate sehingga aplikasi saya belum dapat diproses.

Sambil menunggu proses verifikasi dokumen, saya menyempatkan untuk ke Jakarta guna melakukan tes kesehatan karena dibutuhkan saat mengurus visa. Di Indonesia ada 3 rumah sakit yang ditunjuk oleh kedutaan UK, yaitu RS BMC Bintaro, RS Premiere Jatinegara dan RS BMC Kuta. Berdasarkan pertimbangan lokasi, saya memilih untuk melakukan tes di RS Premiere Jatinegara karena dekat dengan bandara Halim Perdana Kusuma. Biaya untuk tes kesehatan visa UK di RS Premiere Jatinegara adalah Rp 585.000. Sebenarnya saya sempat deg-degan pas tes karena yang dites adalah TB. Sebelum tes saya sempat mengalami batuk selama 3 minggu dan belum sembuh, takutnya itu berpengaruh ke hasil tes dan ada yang gak beres. Pihak RS bilang jika ada masalah saya akan ditelpon sehari setelahnya, jadi pas hari Jum’at saya tak bisa tenang selama seharian. Setelah sampai malam tak ada telpon saya merasa lega karena asumsi saya adalah hasil tesnya akan baik-baik saja. Sehari setelahnya saya mengambil hasil tes dan saat lihat memang Alhamdulillah hasilnya normal. Oya, kalo tes kesehatan visa UK di RS Premiere Jatinegara ini hasilnya baru bisa diketahuan 2 hari kerja setelah tes. Beres urusan tes kesehatan saya pun balik ke Jogja dan berharap aplikasi saya segera diproses.

Pada hari Senin, 18 Agustus, saya dapat kabar jika offer saya sudah berubah menjadi unconditional. Rasanya ayem, berarti saya tinggal nunggu CAS yang akan digunakan untuk mengurus visa. Hari itu juga saya kembali mengirim surel ke Alicia menanyakan soal CAS yang dijawab bahwa aplikasi saya sudah diteruskan ke pihak admisi. Hari ini saya menunggu dan sepertinya belum ada jawaban soal CAS, kemudian saya coba mengirim surel ke Phillips, staf bagian admisi yang selama ini selalu sabar membalas surel dari saya. Memang Mas Phillips ini baik bangeeet, 6 jam berselang CAS saya dikirim. Hore! Dengan demikian saya resmi mendapat tempat di UoB, tepatnya program Master of Science in Human-Computer Interaction. Selanjutnya adalah mengurus visa, semoga lancar dan bulan depan bisa berjumpa dengan Birmingham

11 responses to “Birmingham, Tunggu Aku Bulan Depan”

  1. Lady says:

    Wawww keren Dhie. Keep posting!

  2. pipit says:

    adhi idolaku !

  3. hafizridha says:

    kak kita belum farewell party :((
    bakalan kangen koding bareng sampai rela koding di nasgor :))
    tunggu aku di UK yaaak.. doakan bisa menyusul.. amin.

  4. beni says:

    Hi mas thanks for sharingnya. saya juga mau ngurus visa ke inggris akhir bln ini tapi sm sperti mas sy skrg lg batuk. takutnya belum smbuh smpai akhir bln pas tes tbc. kmrin dokter yg d rmh sakit bilang apa tntg batuknya mas? batuk gak papa kan mas ya asal jgn batul tbc? thanks mas.

  5. Bella says:

    Sebelumnya selamat ya, kak, udah diterima di UoB!
    Saya sendiri tahun ini diterima di Queen’s University Belfast utk program foundation undergraduate. Nah kebetulan kakak juga uda pernah alamin proses bikin visa, aku mau nanya nih kak. Mereka interview-nya gimana sih? Terus visanya lama gak baru keluar? Makasih atas bantuannya 😀

    • adhiwie says:

      Materi interview biasanya ttg tujuan studi kok dan prosesnya singkat. Kalo untuk waktu pengurusan normalnya 2 minggu, tapi kalo pas peak season bisa sampai sebulan

  6. lucky says:

    Asslamulaikum om adhi,,, perkenalkan saya lucky dr bekasi,saya sangat terkesan dengan tulisan om adhi, bolehkah saya meminta essay om adhi, sebagai bahan pembuatan essay saya, Terima kasih. lucky.prastio77@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *